Serasa hidup di dua zaman
mengendarai kuda tanpa tau arah
terus mencari , tapi entah apa yang di cari
karena pertanda belahan hati seperti sudah mati

dualitas membuat semua pudar
buram , sunyi , senyap , tanpa binar
haruskah aku berputar
mengitari zaman yang di mana semua masih berpendar

sedih...tapi ku harus bahagia
bahagia ... tapi ku masih bersedih
andai waktu bisa memberi
kesempatan masa kecil yang harus ku raih

Tersadar , aku harus buyar
kesepian hati tak boleh membuat aku terkapar
ya rabbi , dengar...
pintaku hanya ingin semua kembali normal