Tak ada yang abadi....tak ada yang abadi....sepenggal syair dari sebuah band papan atas indonesia yang sangat saya suka,jika mendengar syair ini begitu terasa dalam ,bahasa gaulnya "dalam banget"....memang benar tak ada yang abadi ,malam akan berganti ke pagi,dari kecil berganti menjadi dewasa,raga berganti menjadi bentuk yang lain,tapi menurut saya ada satu yang abadi,yang tak pernah berubah,tak pernah bisa di sentuh bahkan di angankan....DIA yang tak pernah terlahirkan dan tak pernah mati,DIA yang di luar logika,DIA yang penuh kasih yang terkadang di umpamakan sebagai cahaya,hanya dia yang abadi.....

Ada sebuah cerita kecil dari seorang teman yang kadang kadang saya panggil master,ada 3 ekor kupu kupu yang sedang ribut membahas tentang api,daripada mereka terus ribut ribut akhirnya meraka memutuskan untuk mengunjungi si api satu persatu,di mulai dari kupu kupu A ,karena kurang berani dia terbang kesana dan hanya melihat dari kejauhan keberadaan si api,setelah itu dia kembali ke teman temannya dan berkata kalau api itu merah dan dingin,kemudian giliran kupu kupu B ,dia terbang ke sana dan mendekati si api lalu menyentuhnya sehingga sayapnya terbakar sebagian ,karena kaget dan tak tahan akhirnya dia kembali lalu berkata bahwa api itu panas dan jahat,lalu giliran kupu kupu C yang tanpa memikirkan omongan dan pendapat temannya tentang si api langsung terbang menuju ke api dan langsung nyemplung dan melebur bersama sang api sambil berkata "maaf teman teman aku tak dapat mengatakannya kepada kalian semua ,kalian harus ke sini sendiri dan merasakannya......."

Seperti kupu kupu yang A dan B terkadang kita baru mengerti sedikit langsung memvonis dan mengklaim sesuatu dengan doktrin doktrin yang sebenarnya belum tentu benar,kita sendiri belum secara utuh merasakan dan mendapatkannya,jadi mungkin lebih baik kita menjadi kupu kupu C agar bisa merasakan kehadirannya ,karena dengan meleburnya kupu kupu dengan si api tadi ,maka sudah tidak ada lagi perbedaan mana yang kupu kupu mana yang api,dualitas telah hilang yang ada hanyalah DIA,DIA yang satu adanya, sang keberadaan sejati.Dan ibarat setitik air di tengah luasnya samudra dan ibarat gula kehidupan yang larut dalam segelas air kasih yang hanya bisa kita rasakan manisnya.......itulah intinya,namun mengapa kehidupanku,kehidupan kita masih kebanyakan seperti ikan yang mencari air??bukankah kita sudah berada di dalamNYA??


created by : key