Beda agama terkadang membuat kehidupan kita terkotak kotakkan , jika ada satu elemen agama yang berbeda muncul di tengah tengah kita mungkin beberapa di antara kita ada yang langsung menjadi risih , padahal belum tentu dia datang dengan nama keagamaanya , mungkin dia datang karena rasa sosialisasi dan pertemanannya. Tapi apa yang terjadi dan yang saya alami sungguh miris dan sudah di luar konteks persatuan. Pada hari raya agama tertentu orang tua si A melarang anaknya untuk bertamu atau berkunjung ke rumah anak si B hanya karena beda agama dan keyakinan , padahal rumah tersebut berada tepat di samping rumahnya , dan merupakan teman bermain dan belajar setiap hari.

Ini tentunya akan membuat bingung si anak , dan secara tidak langsung sudah memberikan suatu persepsi bahwa dia hanya boleh berkunjung ke rumah teman temannya yang mempunyai hari raya yang sama dengannya. sungguh menyedihkan....mengapa hanya karena beda agama kita jadi tidak bisa bersilaturahmi , sementara masing masing agama saya yakin pasti mengajarkan untuk melakukan silaturahmi sesering mungkin.

Hal ini pun sempat saya dapati di waktu kecil dulu , orang tua saya sempat melarang , tapi namanya saya masih kecil tetap saja saya pergi , dan akhirnya saya di marahi ,dan karena masih kecil dan belum mengerti maksudnya , yang ada saya hanya menjadi bingung . saya ingat betul kejadian itu. Pernah juga sewaktu pulang sekolah dari tempat saya sekolah yaitu SD 043 ,di pertengahan jalan saya bertemu dengan 2 ekor anak anjing kecil yang lucu yang sedang duduk di tepi jalan dan kelihatannya kebingungan karena tidak ada induknya , dan kelihatannya baru saja di buang oleh pemiliknya ,akhirnya saya dekati dan tenyata dia jinak , lalu saya gendong dan keduanya saya bawa pulang , karena kasihan kalau nanti hujan dan mau makan pasti dia tambah kebingungan.dengan hati yang senang karena mendapat teman main baru di rumah , dan kebetulan di rumah saya juga ada pelihara seekor monyet dan burung, yang tentunya akan semakin rame, pikir saya.

Tapi , semua di luar harapan , sampai di depan rumah saya sudah di pelototi oleh orang orang rumah , dan akhirnya di marahi lagi karena mengendong anjing yang kata nya haram.Dan saya di suruh meletakkannya di tanah depan rumah yang akhirnya saya ngga pernah tau di bawa ke mana anjing anjing lucu itu.karena sejak itu saya ngga pernah melihatnya lagi , semoga mereka masih hidup sampai sekarang.

saya yang masih kecil tak pernah tau apa itu haram dan mengapa memelihara anjing itu di larang , padahal niat saya cuma satu , mau menolong mereka .

Inilah sebuah realita yang sekarang aku pahami sebagai sesuatu yang sungguh tidak bisa mempersatukan kehidupan berikut sendi sendinya , memang kenapa kalau beda agama ? apanya yang salah ? orang boleh mempunyai sebuah keyakinan yang berbeda beda , tetapi tujuannya tetaplah satu , sang keberadaan , Tuhan , Allah , sang widhi.

Bagi saya agama ibarat jalan yang berbeda beda untuk menuju suatu tujuan , mengapa kalau untuk ke tujuan yang sama kita tidak mempunyai pandangan yang sama?? toh tujuannya sama....anggap kota solo adalah tujuan kita , mungkin untuk ke sana ada yang via jakarta , ada yang via jogja , ada yang via surabaya , itulah agama , meskipun via jakarta baru ke solo , atau via jog baru ke solo , atau via surabaya terus ke jakarta terus jogja baru ke solo , toh sampainya juga sama di solo.

Dan cerita anjing kecil di atas , mengapa dia tak pantas untuk kita pelihara dan kita rawat ? bukankah dia juga mahluk ciptaan yang sama sama di ciptakan seperti kita , yang juga berhak atas kehidupan dan kelangsungan hidupnya. Sungguh aku menyesalkan kenapa waktu itu tak ada keberanian sedikitpun untuk berbicara.

Kawan cobalah satukan pandangan , pahamkan bahwa semua sama dan tak ada yang berbeda , jangan kau kotak kotak kan kehidupanmu dan agamamu , hanya jika kamulah yang paling benar.Dengan segala kerendahan hati , suntikkan virus "satu tujuan" ini pada diri dan anak anak kita , karena gerbang kebahagiaan sudah menanti di depan sana dan pilihlah untuk memasukinya dengan jalan persatuan yang satu adanya , seperti halnya sang keberadaan.

aku menulis ini murni karena panggilan jiwa , aku menulis ini murni mengalir begitu saja,aku menulis ini berharap adam dapat membaca dan memahaminya , aku menulis ini semoga menjadi makna.

by.yusally el gibran

Stay connected with : facebook

Teruslah berbagi karena berbagi itu indah

visit too :
balikpapanspotcity.blogspot.com
yousally.blogspot.com
adamlink.blogspot.com