Sebut saja rani namanya.....
Semasa kuliah ia tergolong berotak cemerlang dan memiliki idealisme tinggi . sejak awal , sikap dan konsep dirinya sudah jelas : meraih yang terbaik dan berprestasi,Rani mendapat pendamping hidup yang setara pula dengannya , yang terbaik dan berprestasi .

Alifya buah hati mereka lahir ketika rani baru saja di angkat sebagai staff diplomat yang bertepatan dengan tuntasnya sang suami meraih gelar PhD.Konon nama buah cinta mereka di ambil dari huruf awal dan akhir hijaiyyah alif dan ya , maka jadilah alifya , sebuah nama yang indah dan enak di dengar.

Ketika alif , pangguilan untuk putera mereka berusia 6 bulan, kesibukan rani semakin menggila ,tiap hari rani harus harus terbang dari satu kota ke kota lain.di karenakan itulah maka perawatan untuk buah hatinya di serahkan ke baby sitter , tapi dengan segala sesuatunya sudah rani siapkan.

Alif tumbuh menjadi anak yang lincah , cerdas, dan pengertian.tak heran kakek dan neneknya selalu memompakan kebanggaan ibu dan ayahnya kepada cucu semata wayang mereka "contohlah ayah dan ibu alif jika arif sudah besar nanti"begitu selalu nenek dan kakeknya berkata.Tidak salah memang , siapa yang tidak ingin memiliki anak atau cucu yang berhasil di bidang akademis dan pekerjaannya??.

Saat alif berusia 3 tahun , rani bercerita kalau alif minta adik ,waktu itu ia dan suaminya menjelaskan dengan penuh kasih sayang bahwa kesibukan mereka belum memungkinkan untuk itu.lagi lagi bocah kecil ini dapat memahami orang tuanya ,mengagumkan. memang alif bukan tipe bocah yang suka merengek , ia jarang sekali ngambek , kalau kedua orang tuanya pulang larut malam , ia malah menyambutnya dengan kebahagiaan sampai sampai rani menyebutnya malaikat kecil.

Suatu hari , saat rani hendak berangkat kerja ,entah kenapa tiba tiba alif menolak di mandikan oleh baby sitter "alif ingin bunda yang memandikan " katanya.Karuan saja rani menjadi gusar detik demi detik waktunya sangat di perhitungkan.Tak urung juga suaminya turut membujuk agar alif mau di mandikan oleh baby sitternya.Dan peristiwa ini berulang sampai sepekan."bunda mandikan alif" begitu setiap pagi.Rani dan suaminya berpikir ,mungkin karena alif memasuki masa peralihanjadi agak minta perhatian.

Suatu sore , rani di kejutkan oleh telpon dari baby sitter yang mengatakan kalau alif demam dan kejang kejang,dan sekarang ada di emergency.kemudian rani pun tanpa pikir panjang langsung menuju ke sana. Tapi....apa mau di kata Sang keberadaan punya rencana lain , si malaikat kecil itupun keburu di panggil oleh pemiliknya.

Rani , bundanya tercinta yang baru saja meresmikan kantor terbarunya yang megah menjadi shock berat ,satu satunya keinginannya saat itu yaitu memandikan anaknya. Dan itu memang ia lakukan ,meski tubuh si kecil sudah terbaring kaku ."Ini bunda lif,bunda mandikan alif" ucapnya lirih , namun teramat pedih.

ketika tanah merah telah mengubur jasad si malaikat kecil , berkali kali rani yang tegar berkata "ini sudah takdir ,aku di sebelahnya ataupun di seberangnya,kalau sudah saatnya pergi , di akan pergi juga" , " ini konsekuensi dari sebuah pilihan" lanjutnya lagi ,tetap tegar dan kuat.Hening sejenak ,angin senja berhembus berbaur dengan wangi kamboja, dan....tiba tiba rani merunduk......

"Aku ibunya !!"serunya , kemudian "bangunlah lif, bunda mau memandikan alif , beri bunda kesempatan itu , sekali saja lif "

Rintihan itu begitu menyayat, detik berikutnya ia bersimpuh dan menangis terisak isak sambil mengais ngais tanah merah...........

Semoga cerita kecil menjadi makna yang mendalam di hati dan sanubari kita , khusunya para ibu dan ayah , lakukanlah yang terbaik untuk keluarga kita tanpa mengesampingkan perhatian kita terhadapnya

share with your fren
by. key elgibran

Stay connected with : facebook

Teruslah berbagi karena berbagi itu indah

visit too my others blogs :
balikpapanspotcity.blogspot.com
yousally.blogspot.com
adamlink.blogspot.com

teman teman yang mau side job dari internet silakan join pada link dan banner di bawah ini.

Link :
Duit dollar dari internet

Banner :

bisnis online