persatuan berlandaskan keyakinan pada Tuhan Yang Tunggal Ada-Nya..
Misalnya ada sapi berwarna hitam, ada yang berwarna putih, ada pula yang kecokelat-cokelatan, tetapi susu yang mereka berikan berwarna sama, yaitu putih..
Sedangkan mereka yang melihat perbedaan perbedaan suku, ras, agama, budaya karena melihat warna kulit sapi, belum mencicipi susu sapi.. Mereka baru melihat sapi nya saja.. Mereka belum merasakan manfaat susunya..
Misalnya ada sapi berwarna hitam, ada yang berwarna putih, ada pula yang kecokelat-cokelatan, tetapi susu yang mereka berikan berwarna sama, yaitu putih..
Sedangkan mereka yang melihat perbedaan perbedaan suku, ras, agama, budaya karena melihat warna kulit sapi, belum mencicipi susu sapi.. Mereka baru melihat sapi nya saja.. Mereka belum merasakan manfaat susunya..
Mereka yang menganggap kepercayaanya, agamanya, pahamnya lebih baik daripada kepercayaan, agama dan paham orang lain baru “melihat kulit kitab suci”.. Mereka belum menghayati isinya.. Belum mengenal hakekat siapa diri sejati nya..
Dimana pemahaman mereka seperti “Zat Kehidupan” yang ada di dalam diri saya bagaikan angin di dalam rumah saya, tidak dapat dibedakan dari “Zat Kehidupan” yang ada di dalam diri Anda, angin di dalam rumah Anda.. jadi berkeras kepala mempertahankan pendapatnya bahwa angin dirumah ku itu berbeda dengan angin yang ada di dalam rumah mu..
Zat itulah Roh, spirit atau apa pun sebutannya.. Pun energi di dalam badan aku ini tidak beda dari energi di dalam badan Anda.. Seperti bayi yang baru terlahirkan akan sama dengan bayi bayi yang lain nya.. Semua ada di dunia karena telah di "tiupkan" Ruh yang sama oleh sang Maha Ruh.. Mereka semua fitrah dan Tuhan pun memperlakukan sama.. Kesadaran di dalam diri aku ini tidak beda dari kesadaran di dalam diri Anda..
maka lakukan pengalaman langsung untuk membuktikan bahwa hakekat nya rasa dan warna "air susu" itu sama meski kulitnya berbeda beda.. dan selama ini kita meributkan kulit kita.. kita bertengkar dan perang karena hanya mampu melihat dari mata lahiriah kita.. dimana hanya mampu memandang sebatas kulit lahir nya saja..
Kebenaran Satu Ada-Nya, Mereka yang Paham Menyebutnya dengan Berbagai Nama.. Dan Cintailah seluruh semesta alam.. berbeda warna kulit, suku, ras bahkan Keyakinan pun tidak perlu menjadi masalah karena di dalam diri kita semuanya yang jasmaniah, jasad ini terdapat Ruh dari Sang Maha Ruh, Maha Cahaya yang tentunya sama..
rgds
key elgibran
Dimana pemahaman mereka seperti “Zat Kehidupan” yang ada di dalam diri saya bagaikan angin di dalam rumah saya, tidak dapat dibedakan dari “Zat Kehidupan” yang ada di dalam diri Anda, angin di dalam rumah Anda.. jadi berkeras kepala mempertahankan pendapatnya bahwa angin dirumah ku itu berbeda dengan angin yang ada di dalam rumah mu..
Zat itulah Roh, spirit atau apa pun sebutannya.. Pun energi di dalam badan aku ini tidak beda dari energi di dalam badan Anda.. Seperti bayi yang baru terlahirkan akan sama dengan bayi bayi yang lain nya.. Semua ada di dunia karena telah di "tiupkan" Ruh yang sama oleh sang Maha Ruh.. Mereka semua fitrah dan Tuhan pun memperlakukan sama.. Kesadaran di dalam diri aku ini tidak beda dari kesadaran di dalam diri Anda..
maka lakukan pengalaman langsung untuk membuktikan bahwa hakekat nya rasa dan warna "air susu" itu sama meski kulitnya berbeda beda.. dan selama ini kita meributkan kulit kita.. kita bertengkar dan perang karena hanya mampu melihat dari mata lahiriah kita.. dimana hanya mampu memandang sebatas kulit lahir nya saja..
Kebenaran Satu Ada-Nya, Mereka yang Paham Menyebutnya dengan Berbagai Nama.. Dan Cintailah seluruh semesta alam.. berbeda warna kulit, suku, ras bahkan Keyakinan pun tidak perlu menjadi masalah karena di dalam diri kita semuanya yang jasmaniah, jasad ini terdapat Ruh dari Sang Maha Ruh, Maha Cahaya yang tentunya sama..
rgds
key elgibran

0 komentar:
Posting Komentar
Engga usah meninggalkan jejak , kecuali yang terbaik