Kelak Nanti...

 Bila kita berbeda rasa..
Jangan jadikan dirimu seperti singa, lalu memandangku bagai rusa betina yang ingin engkau terkam. Tapi pandanglah aku seperti gelombang yang menderu dipinggir pantai, lalu datangilah aku dan menarilah diatasku, karena ku tahu engkau adalah peselancar yang tangguh..

Bila kita enggan menyapa..
Janganlah anggap hadirku seperti kembang plastik yang hanya bisa dijadikan pajangan, tanpa disiram dan tanpa di sentuh, lalu dilumuri debu kebencianmu. Tapi pandanglah hadirku seperti sebatang pohon mangga didepan rumahmu, walau kurang menggapai pedulimu, aku tetap memberikan kerindangan dari teriknya sang mentari, dan terkadang engkau begitu bahagia menikmati aroma buahku.



 Bila kita terhanyut duka..
semua karena nestapa dalam gelombang hidup yang menerjang, maka janganlah kita saling menyalahkan, lalu engkau tenggelam dalam murkamu seolah akulah dewi kemalangan yang datang menyelimutimu dalam musibah. Tapi jadikanlah hadirku sebagai sosok yang pernah membuatmu ber-ikrar janji untuk senantiasa di sisiku, menemani hari kelabuku, melindungiku dari getirnya hidup, menjadi nahkoda bahtera cinta kita.
Dan bila Tuhan menganugerahkan kita putra putri, maka mereka bukanlah sebatas buah hati kita, tetapi mereka juga mutiara hidup kita bahkan lebih, sehingga jikalau nanti ada sikap dan kalimatku yang membuatmu benci, maka pandanglah mereka. Disana engkau akan menemukan...

...tulusnya kasihku...
...murninya cintaku...
...ikhlasnya pengorbananku...

pada tatapan mata mereka yang polos, pada tawa dan canda mereka yang lucu, pada tangis dan manja mereka yang mengundang rasa gemes. Rasakan hadir mereka yang melahirkan hangatmu senyata mungkin, nikmati nuansa damai ketika bercengkrama dengan mereka, lalu renungkanlah..