Ketika langit memilihku untuk turun ke bumi
awan putih bersayap turut mengiringi
membuat semua bintang malam itu berseru lirih
apakah esok kamu masih bersama kami ?

kilauan permata langit terus bertanya seraya mengikuti
apakah lakumu untuk berada di bumi ?
apa kami tak pantas tuk mendampingimu di langit sini ?
lirih permata langit terus mendampingi di sisi



kemudian , bulan menyapa
melalui desir angin , ia ketukkan biasnya
memendarlah langit malam sampai ke ujungnya
menerangi setiap langkah di antaranya

sesaat aku tiba di bumiku
aku katakan kepada bulan dan permata langitku
aku di turunkan ke bumi , untuk menghias indah wajah muram sang bumiku
lalu menenggelamkan jasadku dan kembali ke asal langitku , tunggulah aku.....

karena aku , pilihan langit




My other bolgs :
http://adamgrafity.blogspot.com/
http://balikpapanduniapulsa.blogspot.com/