Pernahkah kita merenungkan sejenak , bahwa hari hari yang kita lalui sebenarnya bukanlah kita yang melalui hari hari tersebut dan kehidupan yang berjalan bukan pula kita yang melaluinya?? Tapi...hari dan kehidupanlah yang melalui kita.
Waktu yang ada pun sebenarnya bukan terkikis oleh kita , tapi waktulah yang mengikis kita , sadarkah kita akan semua ini , kadang kita merasa yakin bahwa kita sedang melalui dan mengikis waktu , yang ada kita lah yang terlewatkan oleh semua itu.
Kesadaranmu ,kesadaranku mungkin tak sama ,mungkin juga sama ,karena memang tak ada kadar untuk yang satu ini ,yang ada mungkin kamu sudah melampaui sekali lagi melampaui , sedangkan aku belum ,ya belum melampaui bukannya tidak terlampaui.
Waktu yang ada pun sebenarnya bukan terkikis oleh kita , tapi waktulah yang mengikis kita , sadarkah kita akan semua ini , kadang kita merasa yakin bahwa kita sedang melalui dan mengikis waktu , yang ada kita lah yang terlewatkan oleh semua itu.
Kesadaranmu ,kesadaranku mungkin tak sama ,mungkin juga sama ,karena memang tak ada kadar untuk yang satu ini ,yang ada mungkin kamu sudah melampaui sekali lagi melampaui , sedangkan aku belum ,ya belum melampaui bukannya tidak terlampaui.
kembali ke kehidupan yang melewati kita , tak ada penjelasan untuk dia karena memang begitu adanya , dan tak perlu lagi penjelasan , lalu bagaimana dengan sekolah ? bukankah kita yang melewati kelas per kelas ? . cobalah tuk diam sejenak ,rasakan heningnya,bagaimana perasaanmu? bukankah waktu terus berputar maju kawan? dengan diam dalam hening kita dapat merasakan bahwa benar waktu dan kehidupan lah yang melalui kita , pahami sejenak !.
Lalu bagaimana untuk melampaui kehidupan itu sendiri ? gampang , caranya dengan memisahkan antara ruh dan jasad ( saya tidak menganjurkan untuk aksi bunuh diri di sini , karena itu sungguh di luar perbuatan yang di dasari oleh KASIH dan mentah mentah di tolak oleh keyakinan manapun). Yang saya maksudkan adalah kehidupan dapat kita lampaui jika sudah saatnya kita mati atau meninggal. Tapi ingat dengan adanya dualitas ,ada kehidupan dan ada kematian ,ada kematian berarti ada kehidupan , pertanyaannya sekarang siapkah kita menghadapi kehidupan setelah kematian ? pengetahuan sejati saya belum sampai ke sana tapi saya meyakininya seyakin yakinnya bahwa adanya kehidupan yang baru setelah kematian , kehidupan dengan baju yang baru , lingkungan yang baru ,dan segala sesuatu yang baru tapi lama , pahami sejenak !!.
Jadi , bukan kita yang melewati waktu dan kehidupan, tapi waktu dan kehidupanlah yang melewati kita. Sadari ini kawan , sekarang jam menunjukkan pukul 2.oo wita ,jam 2.00 wita lah yang menghantarkan dan melewati saya menulis tentang ini.
Hmm, sebenarnya kebingungan kita sama , sama sama tak berdasar ,tapi bersyukurlah jika setelah membaca ini kita mempunyai 1001 pertanyaan yang tak jelas di kepala kita , mengapa bersyukur ? ya bersyukurlah karena kehidupan mu telah melewatimu melalui pikiran pikiranmu ,semoga ia melampaui kesadaranmu , kesadaranku , keadaran kita semua. i hope......
THIS IS JUST MY OPINION ABOUT WHAT I FEEL AND I THINK, IF YOU LIKE THIS ARTICLE THANKS SOME MUCH FOR YOU , IF YOU DONT LIKE , PLEASE LEAVE ME ALONE . AKU MENULIS INI KARENA AKU HANYA INGIN MENUMPAHKAN APA YANG ADA DI NURANIKU , TANPA PERLU AKU DAN KALIAN MENCARI PEMBENARAN DAN PERBANDINGANNYA, KARENA INI HANYA "TULISAN" YANG TAK BERMAKNA SEPERTI ADANYA DIRIKU.
THANKS BUAT KAWAN KAWAN YANG SUDAH MAU MEMBACA.

0 komentar:
Posting Komentar
Engga usah meninggalkan jejak , kecuali yang terbaik