kapankah bertemu , kata itu seketika hilang setibamu
ku yang merindu pada hari yang lalu lalu
kini bersama langit biru ku jelajahi nuansamu
bermimpi bersama derumu , itu berasa seru
di mana saling lempar canda adalah menjadi lumrah
kita yang terus menyeru kalau kita tuh harus satu
serasa terus menggila , bersama , tertawa , di dalam satu kota
Menyatu di sudut keberangkatan berhias kopi yang tertuang di dalam cawan
entah apa yang kupikirkan , setelahnya ku benar takut akan kehilangan
karena pernah terakhir kali kau melangkah tanpa bayangan dan jejak sekalian
walau kali ini kau berpamitan dengan berciuman tangan
Meninggalkan tawaku dalam hati , namun kenapa ada sedikit pedih ?
ku tatap lekat ,
ingin ku dekap
karena pancar wajah itu menangkapku erat dan penuh harap
tapi terlambat ..... punggungmu telah terlihat ....
Ahhh..... Balikpapan kini kembali panas
menyelipkan seribu cemas
sesaat lagi kau lepas landas
hanya bisa menatap rindu yang sesaat terlepas ....
Balikpapan tanpamu , berasa sepi bagiku

0 komentar:
Posting Komentar
Engga usah meninggalkan jejak , kecuali yang terbaik